Ini 3 Festival Unggulan di Maluku Utara

Agustus 29, 2018

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyinggung ada tiga dari 33 event pariwisata di Maluku Utara yang menjadi tumpuan nasional. Ketiganya masuk sebagai Top Calendar of Event Wonderfull Indonesia 2018.

"Tahun ini tiga dari ke 33 eventnya Maluku Utara masuk jadi top 100 Calendar of Event Nasional," ujar Arif Yahya ketika sambutan di acara peluncuran Calendar of Event Maluku Utara.

Tiga acara pariwisata unggulan nasional tersebut merupakan Festival Teluk Jailolo, Festival Tidore, dan Festival Kora-kora. Menpar bercita-cita ketiganya dapat jadi misal dan parameter ke 30 event lainnya.

"Ketiga unggulan ini telah dikurasi oleh semua kurator, disaksikan ketepatan waktunya, konsistensinya, pun cultural and comercial valuenya. Harus jadi contoh," ungkap Arief Yahya.

1. Festival Teluk Jailolo

Festival Teluk Jailolo bakal dilangsungkan di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali dilangsungkan pada tanggal 3-5 Mei 2018. Tahun ini, Festival Teluk Jailolo yang merupakan pesta rakyat tahunan yang menginjak tahun ke-10.

Festival ini dapat dibilang paket lengkap, sebab cukup tidak sedikit rangkaian acaranya, yang meliputi kebiasaan hingga kuliner. Secara garis besar menjadi empat susunan acara besar, mulai Ritual Budaya, Atraksi Budaya, Gelar Seni Budaya Moloku Kie Raha dan acara puncak Sasadu On The Sea.

Bagi wisatawan, tak hanya dapat menikmati suguhan sekian banyak  penampilan sampai kuliner, namun juga dapat ikut serta di sekian banyak  lomba. Mulai underwater competition, fun dive, fun bike, dan Ekspedisi Talaga Rano.

2. Festival Tidore

Festival Tidore di Kota Tidore Kepulauan ini sekaligus merayakan hari hari jadi Kota Tidore. Tahun ini serangkaian acara dalam pesta rakyat tersebut dilangsungkan mulai 23 Maret-12 April 2018.

Festival ini sebagai upaya menggali, mengembangkan sekaligus melestarikan warisan sejarah kebiasaan Kesultanan Tidore dan mengenalkan serta mempromosikan Tidore dengan seni, alam dan kebiasaan sebagai pesona wisatawan.

Festival ini mempunyai tiga kegiatan utama, mulai Parade Juanga (keliling pulau dengan kapal susunan perang oleh sultan dan bala tentaranya), Perjalanan Paji (keliling pulau di darat dengan susunan perang mengisahkan revolusi Sultan Nuku), dilanjut dengan Kirab Agung Kesultanan Tidore.

3. Festival Kora-kora

mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang di bina oleh Francisco Serao pada 1540 ini pun sering dinamakan Benteng Holandia atau Santo Lucas.

Festival Kora-kora tahun ini dilangsungkan mulai 1-3 Desember 2018, untuk meramaikan peringatan Hari Jadi Ternate yang ke 768. Umumnya dipenuhi dengan pekerjaan bahari sampai-sampai sekaligus sebagai sarana untuk membangunkan semangat bahari di masyarakat Ternate.

Sejumlah pekerjaan menarik bakal tersaji laksana lomba mancing tradisional, lomba potret bawah laut, lomba dayung perahu kora-kora dan pawai perahu kora-kora hias. Berbagai pekerjaan umumnya dipusatkan di Pantai Ternate.

Khusus lomba potret bawah laut tersebar di sebanyak titik penyelaman yang sekitar ini dikenal mempunyai panorama bawah laut yang paling menarik, di antaranya di Pulau Hiri.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.