Masa Kecil Tak Bahagia, Bisakah Ciptakan Keluarga Bahagia Saat Dewasa?

September 01, 2018

Pola asuh dalam family memang membentuk teknik pandang kita ketika dewasa. Lantas, apakah seseorang yang berasal dari family yang tidak bahagia berarti tidak dapat menciptakan kehidupan bahagia ketika dewasa?

Berdasarkan keterangan dari psikologi Elizabeth Santosa anak yang masa kecilnya tidak bahagia juga tak mustahil bakal bahagia, lagipula jika saat tumbuh dewasa dalam lingkungan yang membuatnya bahagia.

Sebaliknya, andai dalam perjalanan hidup tersebut anak tidak pernah mendapatkan empiris bahagia atau pasangan hidupnya berantakan, kebahagiaan bakal lebih susah dicapai.

"Dari kecil tidak bahagia dan terus-terusan tidak mendapatkan empiris bahagia, tidak terdapat orangtua yang benar-benar menyayangi, pupus harapannya untuk dapat bahagia dari lingkungan," kata Elizabeth ketika ditemui sejumlah waktu lalu.

Ia menekankan sistem sosial yang menyokong (support system) bakal sangat dominan terhadap kebahagiaan anak, meskipun menyimpan trauma masa kecil.

"Contoh, orangtua bercerai. Tapi kawin lagi dan bahagia, dia dapat lebih bahagia. Lalu punya pacar yang menyayangi dia, bahagia. Menikah, bisa mertua yang sayang, dapat bahagia," tuturnya.

Perpisahan orangtua menurutnya tak tidak jarang kali meninggalkan trauma untuk anak. Hal yang menciptakan anak trauma ialah kualitas hubungan yang buruk.

Misalnya, saat ayah dan ibunya masih bareng namun sering cekcok dan melontarkan ucapan-ucapan kasar satu sama lain.

Berbeda saat orangtua anak tersebut telah bercerai tetapi mempunyai hubungan yang paling baik dan sama-sama mengasuh anak dengan baik.

"Anak tersebut tidak memahami status. Yang mereka lihat ialah ada atau tidaknya mama dan papa, serta kasih sayangnya," kata Elizabeth.

Selain hal kebahagiaan dari lingkungan, urusan lainnya yang dapat menciptakan kebahagiaan untuk anak saat dewasa ialah karakteristik anak tersebut sendiri.

"Harus ciri khas dari dalam. Karena terdapat orang yang karakteristiknya sulit bahagia," kata dia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.